JustFunPlayandKidd, yang dapat cahaya kehidupan pasti akan tahu yang bercahaya dan tidak... karena pulau ini hanya senang-senang, main, dan sendau gurau... Kita akan diuji dengan kebaikan dan keburukan sebagai cobaan yang sebenarnya, mari hadapi dengan sabar dan sholat. "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Surah Al-An'Am ayat 32) |Selamat Terdampar di pulau Kecil| Jelajahi Yuk| Berminat Kerjasama etc Contact Me | angkisland@gmail.com

Minggu, 17 Januari 2016

Pelangi di Ujung Senja KotaGede

Waktu sesuatu yang mahal dan tak kan bisa berulang kembali. Waktu yang membuat seorang jiwa manusia menjadi mahal. Karena setiap manusia mempunyai nafsu, dan saat manusia menjatuhkan dirinya ke dalam nafsu orang lain, maka seharusnya mereka yang bernafsu semesta harus bisa membayar mahal dan bertanggung jawab atas jiwa manusia bodoh yang menuruti hawa nafsunya. Maka bersyukur adalah rasa pertama membebaskan dirimu dari penjajahan nafsu manusia lainnya, dan secara menakjubkan Allah akan memberimu warna warni indahnya dunia, layaknya Pelangi Kota Gedhe di sore yang syahdu.

pelangi
nikmatnya senja saat secarik indah itu hadir

Moment di dunia ini tak akan pernah terulang, namun tak usahlah khawatir semua moment bahkan sepersekian detik akan terulang kelak di hari di mana semua terlucuti di mana semua kegelapan di jurang terdalam akan dinampakkan, semua yang ditutupi, akan tampak dan tiada yang dapat mengelak lagi. Kegagalan dan kesuksesan hakiki akan ditampakkan kelak, tiada lagi sandiwara kehidupan yang bersembunyi dalam arus zaman yang makin mengekang jiwa dan nafsu. 

Sore itu selepas jiwa menapaki bukit hijau di Perbukitan Teletabies Jogja, hujan pun mengguyur dan memompa penasaran yang memuncak untuk melihat hujan di tempat yang berbeda, maka Kotagedhe menjadi incaran di sore yang gerimis. Memacu kuda besi sekencang-kencangnya untuk menengok kembali peninggalan lama yang mungkin akan menghadirkan serpihan inpirasi.

semua nampak bersemangat

Setiap hari kita disuguhkan ujian sob, setiap detik kita dihadirkan pada satu detik ujian yang sejati, sebuah perlombaan semangat untuk terus membuktikan siapa manusia terbaik versi Tuhan. Maka tak ada kata lain untuk terus bergerak dan membuktikan bahwa nyawa kita tidaklah hampa dan masih berguna bagi semesta.

Sungguh nikmat tak terkira saat hati dan kaki melangkah berirama entah energi apa yang menggerakkan semua takdir hingga nikmat Allah bisa saya nikmati di Kotagedhe ini, sore ini hanya iseng saja tak ada kerjaan apapun, hanya ingin lihat Masjid Kotagedhe di kala senja, dan ternyata banyak anak yang bermain bola.

sebelum direnovasi cah

Teringat jaman kecil ketika lapangan depan masjid masih boleh digunakan untuk main bola, wah sungguh nikmatnya dunia. Namun itu semua hanyalah kenangan dan retorika massa. Yang setiap jiwa manusia akan mengalami ujiannya masing-masing, dan semua ujian itu akan dikenang dan dicelotehkan kelak.

Layaknya lihat kura-kura Raksasa itu juga ujian sob, kamu syukur atau kufur.

gerbang yang historis banget

Hujan telah berlalu rintik itu sudah pergi, dan kini hanya tinggal sebuah petak masa lalu yang kudapati saat kususuri kotagedhe, semua masa lalu lalu terhempas dan membuat pilu bertanya, kenapa kau terlalu kufur dan dusta? Sungguh ku tak mampu untuk terus mendusta dan berlagak ku hanya mimpi yang terjerembab.

Lalu dada menjadi sesak layaknya sesak dada di Puncak widosari.

Nah unik kan sob

Semua yang pernah berkilau di jamannya akan menjadi usang dan menjadi apa yang sekarang manusia bersembunyi dalam kata budaya, sesuatu yang telah lama diturun temurunkan. Maka akan menjadi suatu budaya. 

Maka kita juga harus bergembira bila budaya itu membawa berkah, namun bila budaya itu menjadi penjaga kehancuran, maka jangan bahagia, karena telah menjadi pelopor kehancuran. Bukankah jalur kesyirikan telah lama ditutup, namun kadang kita terlalu bodoh dibuai setan untuk membukanya sedikit demi sedikit sekali lagi.

senja itu selalu memikat

Semua cahaya akan berkumpul menjadi satu dan akan bersembunyi dalam gelap, apabila waktu telah usai, maka dalam kegelapan itu bahagialah jiwa-jiwa yang telah menorehkan berjuta goresan saat cahaya masih benderang, karena ketika gelap datang maka dia telah menyimpan celoteh masa yang akan membuatnya terus bercahaya, dan dia akan terus bahagia hingga pagi tiba.

warna senja yang menawan

Kemudian akan kita dapati warna jingga yang mempesona, saat kususuri senja di kotagedhe kala itu, dan secara menakjubkan Allah masih membuat lukisan indahnya di kanvasnya yang membentang dari barat hingga timur, membuat banyak decak dan tawa berucap syukur atas nikmat langit tanpa tiang ini.

secuil nafas seni

Sang Pemilik Cahaya, dan Cahaya itu sendirilah yang membuat semua alam raya untuk bergairah berlomba membuat hidup terbaiknya, siapakah yang terbaik perbuatannya? di dunia yang dibentangkan berjuta pesona ini, maka bergembiralah mereka yang telah berada di jalan lurusNya. Karena sungguh perniagaan denganNya akan menguntungkan, dan tak merugikan.

Dan celakalah dia yang salah berniaga, gegap gempita dalam kesombongan, akhirnya tenggelam dalam durjana dan malam yang tak kunjung pagi. Terselip keangkuhan dan dia tak pernah bersyukur atas dunianya, dan berjumawa bahwa semua karena dirinya. Terjerembab dalam Istidraj.

Maka tunggu saja semua yang dia puja dan kumpulkan, akan diterbangkan angin yang datang tiba-tiba menghitamkan seluruh cerita indahnya, dan akhirnya semua berakhir dan semua telah sirna ditelah zaman yang semakin tua.

Bahkan Pelangi Galau Masjid Miniatur Aceh pun akan dilupakan

bahagialah mata yang telah membuktikan kuasaNya dengan melihat tandaNya

Maka sudah saatnya untuk memutuskan semua di Umbul Manten Klaten bahwa dirimu akan gentelmen atau tidak sob, datangi bapaknya atau tidak sama sekali, karena dia yang hanya mampu datangi anaknya dan tak datangi bapaknya maka dirinya adalah banci yang bersembunyi dalam tubuh laki-laki, mungkin saja itu masih aku haseeehh....

Maka bahagialah karena dirimu telah rasakan nikmat melihat Pelangi di Kotagedhe. Dan juga happy muncak di puthuk Mongkrong.

JustFun,Play,andKidd....
Jalan gih sob, tapi inget sholat dulu baru jalaaannn....
Photo and Story by @angkisland Jalan-jalanPhotoBlogger .... 
#culikfotografer #Indonesiaindahkenapasusah 
Follow me at Photo Galery 500pxInstagramTwitter
thanks Happy Your Feel...

Segerakan kebaikan apapun juga ya jangan ditunda sob...

10 komentar:

  1. Terhanyut aku akan nostalgia mas,,,, sekarang main bolanya dimana mas? sudah nggak boleh tow mas main bola di depan lapangan masjid? hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe enggak tau mas mungkin pindah lapangan futsal mas hehe yg berbayar wkwkw.....

      Hapus
  2. Senjanya dramatis, indah banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih nikmatNya Allah nie... pas dapat momentnya...

      Hapus
  3. Dapat moment pas itu, mas senjanya :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya nie mas pas dapat nikmat hehe....

      Hapus
  4. Kotagede tak ada 'matinya', Mas. Apalagi angkringan di Pasar Kotagede maupun berbagai penjaja makanan di Lapangan Karang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah bener banget mas lapangan karang penuh kenangan wkwkw...

      Hapus

”Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Q.S 62. Al Jumuah ayat 10)

Semoga bisa diambil hikmah pelajarannya, dan bisa dijadikan renungan yang lebih bermanfaat... maafkan bila ada masa yang dipenuhi kebodohan... hanya perjalanan kehidupan menuju cerdas yang lebih berkah dan penuh pertaubatan....

Mari Berjalan Penuh Dengan Iman... Perjalanan Panjang Sob, Akhirat itu Pasti Ada Dan kita semua akan Menjalaninya.... Mari Bersiap...