JustFunPlayandKidd, yang dapat cahaya kehidupan pasti akan tahu yang bercahaya dan tidak... karena pulau ini hanya senang-senang, main, dan sendau gurau... Kita akan diuji dengan kebaikan dan keburukan sebagai cobaan yang sebenarnya, mari hadapi dengan sabar dan sholat. "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Surah Al-An'Am ayat 32) |Selamat Terdampar di pulau Kecil| Jelajahi Yuk| Berminat Kerjasama etc Contact Me | angkisland@gmail.com

Kamis, 13 Agustus 2015

Jangan Jadi Budak Negara Indonesia, Merdekalah jadi Bangsa Indonesia

Merdeka sebuah kata yang banyak bisa kita maknai secara pribadi dan jiwa masing-masing. Karena setiap makhluk akan mempunyai jalan berfikirnya masing-masing. dan beruntunglah makhluk yang dia banyak berfikir tentang Tuhannya tentang penciptaan dirinya, tentang segala yang Tuhannya ciptakan dan kata merdeka tentu akan tercurah deras bahwa merdeka adalah bebas, bebas memikirkan Tuhan kapan saja dan di mana saja.



Saat Kita merasa tak lagi dapat memikirkan siapa pencipta kita, siapa yang membuat kita merdeka, siapa yang mencurahkan berbagai macam nikmat dan karunia, saat itulah kita mulai buta dan mulai dijajah, Dijajah oleh nafsu dan dijajah kegelapan yang membuat kita tak merdeka lagi. Kita kehilangan kemerdekaan saat kita memburu nafsu dunia yang tak pernah habis ini, saat itulah merdeka hilang dalam diri kita....

Selama kita hidup di negeri Merah Putih ini kadang kita merasa tertipu, kenapa tertipu?? karena saya terlalu kufur dengan tak bersyukur. sungguh negeri ini sangatlah merdeka, ketika kita keluar dari tempat bernaung kita langit yang membentang meluas mengerdilkan kesombongan dan kekufuran saya. Saya kira bahwa dunia ini hanya milik saya ternyata dunia ini adalah milik Allah, bebas lah Allah membolak-baliknya melukisnya dan membuat kehidupan yang berbeda-beda bagi setiap makhluknya.

Sungguh kita merdeka di negeri ini, namun kadang kita buta dengan tak bersyukur dan terus terjajah nafsu dan nafsu yang tak pernah puas, ingin... dan ingin.... yang tak kunjung berhenti. Bila mati menjemput mungkin saja kita akan berhenti dari keterjajahan ini.

Mati mulia membela Allah adalah awal dari kemerdekaan sejati

Tolaklah sedetik saja nikmat Allah jika dirimu mampu, sungguh Kemerdekaan itu hanya milik Allah. Maka kita tak akan pernah mampu menolak nikmat Allah yang melimpah ruah ini. Lalu masihkah kita sering dan akan terus kufur?? berhentilah bernafas jika terjajahmu sudah akut dan kau tak pernah memandang hidup bahwa hidup ini adalah kenikmatan maha dahsyat, yang entah bagaimana kita bisa membalas dan berterima kasih kepada Dzat yang telah memberikan kita hidup merdeka ini, hanya kita saja yang memandnag sempit Indonesia.

Teruslah menjadi budak nafsu jika kau tak kunjung sadar wahai sobat, teruslah menjadi budak waktu dan materi, teruslah menjadi budak manusia bila kita tak kunjung sadar, teruslah bila kita mampu untuk terus terjajah. Maukah kita mati dalam jiwa tak beriman tak bersyukur dan terjajah?? Tak akan ada manusia yang mau mati dalam keadaan seperti itu kan sob?? kecuali manusia yang sudah tak manusia.

Indonesia ini Terhina dan selamanya akan hina, kenapa?? Karena negeri Indonesia ini adalah Dunia, dan fitrah dari Dunia adalah hina bahkan lebih hina dari mayat kambing yang terpotong telinganya. Jadi sadarlah sobat semua, jangan jadikan diri kita budak Indonesia, bersembunyi dan menjadi pengecut di balik kata Merdeka. Kapan kita menjadi budak Indonesia?? Saat kita mencari kemuliaan di negeri ini. Maka saat itulah pasti kita menjadi budak negeri ini.

Saat bayi-bayi di negeri ini lahir cetak biru Merdeka Indonesia telah membekap anak-anak negerinya mencintai dunia dan sangat akut cintanya. Cetak biru yang dianggap kemuliaan di negeri ini. Padahal cetak biru yang hakiki dan benar-benar merdeka adalah cetak biru anda menjadi manusia yang menyerahkan diri pada Pencipta anda. Dan cetak biru terbaik di dunia ini yakni meniti jalan Rasul anda yang sejati. Itulah jalan kemerdekaan yang abadi.

Saat utusan Pemilik dunia, pemilik Indonesia menjalani kehidupannya dengan sungguh-sungguh berjuang mencapai kemerdekaan dan janji TuhanNya. itulah jalan hidup cetan biru yang hakiki yangs eharin ya tak bangsa ini lupakan, namun sayang sejak negeri ini sombong dengan kemerdekaannya saat itulah kita yang lahir dinegeri ini mulai tersesat.

Akhirnya negeri ini hanya menciptakan manusia-manusia pemburu dunia, manusia cinta dunia. Bila kita sadar seharusnya hari ini anak negeri yang benar-benar mengenal negerinya sadar bahwa negeri ini hanya titipan dan akan diambil pemilikNya kelak. Jadi kita hanya akan merasa singgah di negeri ini dan tak bangga menjadi pemilik selamanya.

Kenyataan yang terjadi saat ini kita malah ditipu, kita ditipu oleh setan yang menyesatkan dengan dalih Merdeka. Akhirnya kita berbanhha-bangga dan bersombong ria, bermegahan dan sungguh kita dilalaikan. Kita menjadi kerdil tanpa kita sadari. sungguh jika semua sadar, bahwa ini semua hanyalah dunia yang hina.

Namun sayang kita akan terus ditipu dan ditipu bila terus mengikuti arus jaman ini, anak-anak negeri di masa mendatang akan berlomba dalam cinta dunia. mereka ingin menjadi TNI hanya untuk mengejar gelar dan pangkat, dan mereka lupa mati, padahal sejatinya menjadi Tentara negeri ini siap mati dan berani mati membela negeri ini dari keterjajahan dan berjuang mencapai kejayaan hakiki yang kekal.

Anak-anak negeri akan bangga menjadi polisi namun mereka lupa hakikat menjadi penegak hukum, karena sungguh negeri ini telah dibangun dengan budaya yang dzalim suap dan menyuap maka sejak kesesatan itu dimulai dan kuta tak sdar maka selamanya kita akan tersesat dan menyesatkan. Sungguh terlaknatlah dia yang memelopori kesesatan ini.

Dan fenomena ini tak hanya memmbekap para pejabat negara namun juga kita rakyat Indonesia, terbuai dengan kenikmatan maha nikmat, dan bagi siapa yang sudah digelontorkan nikmat maka akan berat untuk melihat Kemerdekaan sejati, akhirnya nikmat istidraj pun membekap dari lahir hingga mati bagi warga negeri ini.

mengibarkan nikmat negeri ini dimanapun berada adalah karunia yang besar

Sebelum Merdeka terucap bagi negeri ini, sejatinya kita adalah bangsa Indonesia yang kokoh dan punya semangat tinggi. Bangsa yang senang berjuang untuk kemuliaan bersama di hadapan Tuhannya kita dahulu rela mati rela berkorban bersama demi kesejateraan bersama. Kita dulu satu kata satu keringat dan Allah pun ridho dengan nenek moyang kita, dan akhirnya menghadiahkan nikmat Maha Nikmat ini.

Tapi sayang jaman semakin jauh dari semangat itu, dan kini kita malah saling bantai, saling mecela, saling hina, demi kemuliaan diri sendiri dan dinasti kebanggan diri. Kita terbuai nikmat maha nikmat ini dan akhirnya tanpa sadar kita telah kufur. Mengkhianati kemerdekaan yang dicapai nenek moyang kita yang dulu berjuang bersama.

Meski mereka tak ada bendera negera, meski mereka tak ada pemimpin tertinggi, meski mereka tak punya ibukota provinsi. Namun kemerdekaan itu terebut dari kaum kafir dengan satu kalimat "Allahuakbar!!!" Kita merdeka dari keterjajahan nafsu, nenek moyang kita sukses memimpin dirinya lepas dari perbudakan nafsu, mereka mengagungkan kekuasaan tertinggi hanya milik Allah, dengan seijin dan rahmat Allah dengan semangat itu Merdekalah kita.

Lalu kenapa kita menodai bangsa ini wahai para pemuda, menodai dengan terbuai dunia, menodai dengan cinta dunia dan takut mati, terbuai dengan foya-foya sesat penjajah yang berganti rupa, terjajah sudah kita saat menuruti nafsu kita. Mari sobat generasi baru kita merdeka sekali lagi, kita berjuang bersama lagi, menyerahkan diri pada Tuhan yang Satu, Jangan jadi budak negara ini, namun jadilahg Budak pemilik negara ini, siapa pemiliknya???

Dia yang menggulirkan malam dan siang, Dia yang menjaga gunung-gunung dengan kokoh, Dia yang akan membenamkan negeri ini kelak dihari terakhir dari puncak kejayaan dunia, yakni kiamat. Mari kita hanya jadi hamba Allah dan banggalah karena menjadi hamba Allah adalah kebanggaan yang hakiki. Dengan semangat itu mari kita terus bersyukur dengan nikmat negeri ini, dengan menjaga dan memakmurkannya, dan sejahtera bersama.

Jangan malah jadi teror dan pengeruk perampas kemakmuran di negeri ini, hanya untuk kesenangan diri dan nafsu semata, Ingat harta orang miskin itu sejatinya ada pada orang kaya yang menahan harta-harta dan menimbunnya untuk diri sendiri.

Mari hancurkan nafsu jahat kita dan Merdekalah,. Merdekalah untuk bangsa ini. Agar bangsa ini tersenyum sekali lagi karena kita satu kata perjuangan " Allahuakbar " kemulian dunia yang kekal setelah dunia telah menanti, dan saatnya menyusul para pahlawan dan pejuang negeri yang ikhlas berjuang untuk Allah pemilik Indonesia pemilik negeri ini.

Dengan cara apa kita Merdeka dan menang?? Penuhilah seruan Allah, ayolah sholat ayolah kita menang sob, tepat waktu dan menundanya dan rasakan gelora semangat bangsa ini sekali lagi, Berjalanlah dengan bebas tepat waktu anda menjadi merdeka menjadi hamba tuhan Yang maha Esa, Ketuhanan Yang Maha Esa, saat Tuhan anda Yang Esa menyeru anda menang maka penuhilah seruannya. Jangan sekali kita remehkan dan sepelekan sholat kita. Indonesia sholat Indonsia selamat. menang layaknya nenek moyang bangsa Indonesia yang taat dan santun dan pandai bersykur kepada Tuhannya yang telah memberikan nikmat Maha dahsyat ini.




Saya pun masih menjadi budak negara  Indonesia, kenapa?? karena saya masih saja membuat kehinaan saya menjadi kemuliaan semu. Maka janganlah ikuti langkah setan yang senantiasa menyesatkan. Saat anda tersenyum tergoda lebar dengan kesemuan ini, saat itulah anda juga masih menjadi budak Indonesia. Ikutilah Nabi anda maka anda akan terjamin selamat.

Segeralah bangkit dan berkarya untuk Tuhan anda saja, dan curahkan haturkan rasa syukur terdalam itu untuk bangsa ini menjadi bangsa yang pandai bersyukur lagi dan terus pandai bersyukur dengan memenuhi seuran kemenangan pemilik Indonesia yang paling hakiki.

Jadilah Budak pemilik Indonesia dan dunia, dan jadikan negeri ini negeri yang makmur dan jagalah kelestariannya, nikmat alamnya dan jangan merusaknya, Menjaga bukan merusak, tanyakan pada diri, bila sejatinya itu merusak maka berhentilah, bila itu bentuk syukur menjaga negeri ini, maka teruslah bersyukur bebas berjalan.

Tanda dirimu terjajah, saat Tuhan Yang Maha Esa menyeru dirimu untuk menang dan dirimu masih menunda dan lalai. Saat itulah anda mulai terjajah kembali dan bersiaplah wahai yang lalai, hanya ada kata celaka dna taka da kata selamat. Mari selamatkan Indonesia sekali lagi dengan Sholat, dengan sholat tepat waktu,

Bila Nabi Presiden Soekarno dan semua presiden Indonesia itu ngajak kita sholat dan kita gak sholat. Kita ikut Nabi atau ikut musuh yang nyata negeri ini?? yakni setan dan iblis.... anda ikut yang mana??

Saat anda bertujuan mencari kemuliaan di negeri Indonesia, saat itu anda terjajah, saat anda bertujuan mencari kemuliaan di negeri akhirat kekal dan abadi, negeri pemilik Indonesia, saat itulah anda merdeka!!! 

Sungguh kita telah lupa bahwa hidayah rahmat dan taufik adalah nikmat terbesar, lalu kenapa kita berhenti menggapainya?? bukankah nenek moyang pahlawan bangsa dahulu berjuang untuk menggapai ridho Allah??



Kita akan mati dan tak akan membawa harta benda materi kita.... 
tiap detik jatah waktu kita menikmati Indonesia ini terus berkurang, 
 jangan berhenti bersyukur atas nikmat melimpah negeri ini...

Wahai pemimpin negeri jangan jadikan negeri ini kufur, kami menjadi amat sangat cinta pada dunia dan kami takut mati memperjuangkan kesyukuran nikmat maha dahsyat Kemerdekaan ini. 
Jangan buat kami saling bertengkar padahal musuh-musuh yang nyata sangatlah jelas di depan mata. 
Kenapa kita masih saja menjadikan musuh itu teman???
Apakah kita telah terlalu lama mencintai negeri ini dan menjadi budaknya??
Kemuliaan di negeri ini semu, 
kemuliaan dihadapan Allah adalah hari paling merdeka dan paling termulia..... .  

hanya pejalan yang belajar bersyukur atas nikmat maha nikmat ini yang kadang lupa dan lalai cara mensyukuri nikmatNya.... Kemerdekaan Indonesia....

Mari jadi bangsa Indonesia kembali, yang pandai bersyukur... terus sabar dan sholat....
Jangan Jadi Budak Negara Indonesia, Merdekalah jadi Bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia yang sadar bahwa kita adalah budak Pemilik Indonesia
Kita hamba Allah Pencipta langit bumi Indonesia

Lebih baik kita jadi bangsa yang sederhana, namun kita bertakwa dan pandai bersyukur, daripada megah dan mewah berlomba hebat dunia namun kita masih terus kufur,
banyak tapi gak bisa disyukuri kan nikmatnya sia-sia.....

Kenapa rakyat jaman dulu lebih nyaman? mungkin mereka masih bangsa yang pandai bersyukur meski dalam keadaan yang serba kekurangan namun mereka pandai bersyukur....
Sedikit tapi berkah lebih baik daripada tak pernah puas namun membuat banyak yang celaka...
Mari teladani yang baik dan tinggalkan yang buruk...

Merdeka hingga negeri akhirat. merdeka terlepas dari siksa api neraka....

jangan jadi budak negara indonesia
tetaplah jadi budak Allah SWT

bila saja bendera ini tak pernah disatukan...
putih sendiri merah sendiri....

tentulah kami tetap akan jadi manusia yang pandai
bersyukur dengan alam yang dianugerahkan Allah pada kami...
manusia penduduk bumi,,,,

namun Allah ridho bahwa putih dan merah menjadi satu
maka jangan ingkari nikmat ini sob...
tetaplah jadi makhluk indonesia yang pandai bersyukur,
berterima kasih pada Penciptanya......

berjalan untuk Tuhanku di buminya Indonesia....
jadilah bangsa indonesia yang pandai bersyukur...


14 komentar:

  1. Indonesia...... *teriak kencang dan lantang

    BalasHapus
  2. Begitu agung dan besarnya kuasa Allah pada negeri bernama Indonesia, semakin jauh melangkahkan kaki semakin tertanam cinta pada tanah air dgn rasa syukur tak terhingga akan ciptaan Sang Ilahi

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah bener banget mbak trs bersyukur....

      Hapus
  3. keren deh ini anak kalo udah soal bikin visualisasi, tapi sekali2 backgroundnya di gunung dong hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh wah moga bisa sampe gunung" mbak hehe pizzzz

      Hapus
  4. hmmm smoga kita ga pernah lupa untuk bersyukur ya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget mbak alhamdulillah....

      Hapus
  5. wah mantap mas, ternyata masnya petualang juga.. salut mas, lanjutkan jejak jejak langkahnya dan berkarya disini mas. MERDEKA ! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantap mas merdeka mas...josh....

      Hapus
  6. Saat kita tawaf, akan menjadi paham. Mengapa salat itu menjadi tiang agama. Mengapa kita salat menghadap Ka'bah (kiblat).
    Menegakkan salat (berjamaah), sekaligus menggerakkan energi ke suluruh alam raya. Tidakkah kita mau menjadi bagiannya? :)

    nice post
    @nuzululpunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah smga bisa diperjalankan lbh jauh sampe mekkah mas insyaAllah aamiin....

      Hapus
  7. edisi kemerdekaan yaa .. serba indonesia bangeut :D

    BalasHapus

”Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Q.S 62. Al Jumuah ayat 10)


Mari Berjalan Penuh Dengan Iman... Perjalanan Panjang Sob, Akhirat itu Pasti Ada Dan kita semua akan Menjalaninya.... Mari Bersiap...