JustFunPlayandKidd, yang dapat cahaya kehidupan pasti akan tahu yang bercahaya dan tidak... karena pulau ini hanya senang-senang, main, dan sendau gurau... Kita akan diuji dengan kebaikan dan keburukan sebagai cobaan yang sebenarnya, mari hadapi dengan sabar dan sholat. "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Surah Al-An'Am ayat 32) |Selamat Terdampar di pulau Kecil| Jelajahi Yuk| Berminat Kerjasama etc Contact Me | angkisland@gmail.com

Sabtu, 06 Desember 2014

Istidraj Ku Temui Di Suatu Jalan, dan Akupun Berhenti

Ketika semua menjadi takaran yang pasti, pasti akan mudah kita menjalani sesuatu hal, tapi bila yang terjadi takaran itu tak diketahui, jalan yang kita lalui akan terasa berat, seberat perjalanan saya yang tak saya ketahui di mana ujungnya. Meskipun saya dibantu oleh mimpi saya untuk terus melangkah dan berjuang mewujudkannya, namun terkadang ada niat lain yang berhenti dan membuat dia mati.

jembatan serayu
Ketika ku Berjumpa dengan jembatan

Akupun berhenti ketika sebuah jembatan dan sungai yang membentang meneduhkan akalku dan membungkam mataku agar dia takzim menyebut Subhanallah, maha Suci Allah yang telah menciptakan bumi langit dan seisinya. Aku mati disudut ini rasanya aku ingin berhenti dan pulang membawa kekalahan, tapi jika aku berhenti aku tak akan pernah menang......

Sungai ini membentang dari utara sampai selatan dan berada di tengah pulau Jawa, memisahkan kabupaten Kebumen dan Cilacap, tapi saya juga tak tahu persis di mana saya ini berada yang saya tahu persis saya di sini terkesima dengan Keagungan Tuhan yang memaksa saya berhenti dari perjalanan panjang saya .

Perjalanan penuh impian menuju Pantai Manganti di Kebumen

Indonesia, salah satu bagian dari dunia yang selalu ada celah manis nan elok disetiap inchi mata menghamparkan pandang, karena setiap jengkalnya berbau kesuburan, tiap meternya menciptakan harapan, tiap kilonya ada deru nafas para petualang yang tak pernah lelah bercerita mengabarkan sosok ibu pertiwi. Sosok yang selama ini masih diterka bentuk wujud dan keasliannya bahkan masih diimpikan kehadirannya dalam hidupnya.

Ketika hidup hanya sekali, maka tak ada kata lain selain melangkahkan kaki menikmati dan merasakan desiran angin yang lembut membelai, ataupun badai yang mengguncang prahara. Pelan tapi pasti kuedarkan seluruh pandang dan jiwa pengelana untuk menyerap saripati kebesaran dan kemaha Agungan Tuhan di mata makhluknya... Maha Suci Allah yang telah menciptkan bumi dan langit...

" Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak ( untuk menciptakan ) sesuatu, maka ( cukuplah ) Dia hanya mengatakan kepadanya : " Jadilah!" Lalu jadilah Ia." 
( Q.S. Al Baqarah:117 ) 

Kadang kita merasa pendek melangkah, kadang pula kita merasa jauh telah melangkah, tapi sejatinya kita tak pernah pergi ke mana-mana, karena jiwa ini tetaplah bersemayam dalam raga ini, perjalanan akan kembali dilanjutkan ketika jiwa ini telah berpisah dengan jasad dah ruhnya, ketika itulah perjalanan yang didambakan para ksatria kekekalan akan mulai melangkah menapaki setiap duri dan aral yang melintang ketika dia melakukan semua perjalanan dunia.

Ketika di dunia semua memujanya maka dia akan menghina didalam kekekalan, karena tak ada dzat yang patut dipuja selain Pencipta. Ketika dia tak pernah meminta untuk dipuja, namun banyak yang tetap memujanya hanya rahmatlah yang akan membawa dirinya dalam cahaya kekekalan.

Semua pasti telah lelah menanti sesuatu yang tak kunjung terjadi dan pasti terjadi, tapi semua itu adalah ujian keimanan, seberapa besarkah iman dan keyakinan kita, seberapa besarkah tekad yang bersemayam dalam dada. Semua akan tampak nyata ketika lelah telah mendera....penantian tak pasti yang hanya berbekal Iman saja tersebut akan terlihat wujud sejatinya, bahkan kita bisa melihat perangai asli seorang kawan dan sahabat perjalanan ketika dia mengalami kelelahan. Begitu juga dengan diri kita, akan menunjukkan siapakah kita sebenernya saat lelah telah mendera...bahkan kalah telah membekap.

Dan ketika lelah itu terjadi, ketika diri kita ini memang ikhlas untuk beradaptasi dan ikhlas bersahabat dengan keyakinan dan kelelahan, maka hati ringkih itu akan kembali diberikan hidayah dan pesona yang membuat Imannya kembali tegak dan tegar, akan ada sedikit obat pelepas kelelahan dan membuatnya bersemangat lagi. Dan itulah tanda kebesaran Ilahi pada makhluk-makhluk yang dicintaiNya karena tulus menuju diriNya dan menyembah padaNya hanya untukNya tak ada Dzat lain yang patut disembah kecuali Sang Pencipta.

Bahkan terkadang dirimu akan diberikan bonus yang renyah bahkan tak terduga, layaknya saya menjumpai Pantai Criwik yang saya pun tak pernah menduga akan menjumpainya.

Edarkan cintamu pada Sang Pemilik Maha Cinta, maka diriNya akan memelukmu tanpa batas.....

Sederhana namun rasakanlah semilir anginnya yang mesra lembut membelai....

Sederhana namun berjiwa, inilah yang saya rasakan, ketika kaki-kaki alam menendang saya dan berujar bahwa tepiannya tak pernah selalu bisa kita raba. Ketika hembusan awan melewati hati yang rindu untuk dipeluk, ketika sang angin berujar " hei dirimu dirindukan Sang Penguasa, teruslah bersabar dan teruslah memohon padaNya, mohonlah kebaikan padaNya dan Dia akan memberimu berjuta nikmat yang tak akan berhenti" Jika semua harmoni alam sudah bekerjasama lalu saya hanya bisa bergumam " Angki...maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan???"

Jangan pernah lalai kita untuk bersyukur mensyukuri setiap jengkal nikmat yang telah kita guyurkan dalam gayung kepuasan dalam diri kita. Karena kita tak akan pernah tahu kapankah nikmat itu akan berhenti??? Jangan kita senang dulu ketika semua nikmat telah digelontorkan pada kita, kekayaan, kesenangan dunia, dan berbagai macam hal yang membuat kita terlena.

Karena bisa jadi itu adalah kesenangan yang dilekaskan di dunia, namun tak akan kita jumpai lagi di akhirat " Istidraj" Allah sengaja memberi kita nikmat yang sempurna di dunia ini, namun diri kita malah makin jauh dariNya, makin bermaksiat, dan makin berbuat dosa. Semoga kita terjaga dari bencana Allah yang satu ini dan tetap menjadi hamba yang terus berIman dan mensyukuri segenap kenikmatan..alhamdulillah....

Karena Istidraj ini hadir dengan berbagai sebab dan alasan, jika sudah mendapati ini waspadalah wahai sahabat saatnya kembali kepada Allah , saatnya untuk bertaubat. Karena kesenangan sesaat itu tak akan membawa kekekalan pada jiwa.....Istidraj itu hadir dengan tanda-tanda...

1. Tidak beriman

Jangan besenang dahulu ketika kesenangan duniawi telah digelontorkan, tetaplah waspada tetaplah Beriman, jika jiwa sudah tak beriman, menolak keimanan maka kafir akan tersandang dalam diri. Dan harta yang diperoleh orang kafir jelas adalah Istidraj. Orang-orang kafir berbangga dengan apa yang ada dalam diri mereka serta harta mereka, dan mereka saling tolong menolong dalam kekafiran.

Adapun orang kafir sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain 
(Q.S. Al-Anfaal  [8] : 73)

Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu (di dunia), karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka (Q.S. Ibrahim [14] :30)

 (Dikatakan kepada orang-orang kafir): “Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa.” 
(Q.S. Al-Mursalat [77] : 46)

biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya 
(Q.S. Al-An’aam [6] :91)

2. Syirik 

Dosa yang tak pernah diampuni adalah syikir dan kesyirikan yang nampak jelas bahkan yang tak jelas pun ada, semoga kita selalu berlindung pada Allah dari syirik yang tak kita ketahui...

Apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.” 
(Q.S. Az-Zumar [39] :8)

3. Kemunafikan 

Sebab lain dihadirkannya Istidraj adalah kemunafikan, ada yang memang kemunafikan itu adalah kemunafikan hakiki, yaitu di mana jiwa masih kafir tapi berpura-pura berIslam, dalam hatinya menolak kebenaran Islam. Jadi jangan sampai iri, jika orang seperti ini diberi kelimpahan harta, karena bisa jadi inilah istidraj.

Dan apabila kamu melihat mereka(orang munafik) , tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum (karena keelokannya). Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka (karena pandai bicara). Mereka seakan-akan kayu yang tersandar.  Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka  waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? (Q.S. Al-Munafiquun [63 ] : 4)

Ayat di atas juga memberikan kita hikmah istidraj tak hanya berupa harta, namun juga bisa tubuh yang elok dan kefasihan dalam berkata-kata atau kepandaian dalam berbicara di depan umum. Sehingga orang-orang menjadi terkesima dan terpengaruh dengan kata-katanya, padahal dirinya dihinggapi ke narsisan yang akut, di mana dia menganggap semua mata tertuju padanya.

Maka terhadap orang munafik seperti ini Allah membiarkan saja mereka bergelimang harta dunia, sehingga dapat berfoya-foya, dilimpahi harta, kepandaian, ketenaran, dan tubuh yang elok.

4. Sombong terhadap kebenaran

Sombong dalam artian menolak kebenaran, maka jiwa yang seperti ini akan ditimpa Istidraj. Harta yang diperolehnya akan makin membuatnya sombong dan jauh dari kebenaran.

Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik (Q.S. Al-Ahqaaf  [46] :20)
Ibnu mas’ud ia memarfukannya : “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada seberat biji dari kesombongan” Ada seseorang yang bertanya : Sesungguhnya seseorang suka kalau pakaiannya bagus dan terompahnya bagus” Ia (Rasulullah SAW) bersabda : “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan menghina manusia”(H.R. Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud)

5. Hamba Dunia dan Cinta Dunia

dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan(Q.S. Al-Al-Fajr [89] : 15-17)

Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (Q.S. At-Taubah  [9] : 24)

Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka. (Q.S. Muhammad [47] :12)

Dan pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka: “Bersenang-senanglah kalian sampai suatu waktu.” (Q.S. Adz-Dzaariyat [51] :43)

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata : “Begitulah manusia, bila dunia telah menjadi besar di penglihatnnya, dan mendiami reuang yang luas dalam relung hatinya, niscaya ia akan menilainya lebih besar dari Tuhannya, lalu menjadikan dirinya hamba yang amat patuh padanya..” (Mutiara Nahjul Balaghoh Hal 27)

6. Memohon Dunia Saja

Mungkin sebagian jiwa banyak yang terfokus pada keinginan dunia saja, dan siang hingga malam hanya berusaha mati-matian untuk kesenangan dunianya saja. Segenap pikiran tenaga dan daya dicurahkan untuk mengejar dunia. Akhirat sama sekali terlewat dari pikirannya, dan jika berdoa yang di mohon hanya keberhasilan dunia saja.

Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. (Q.S. An-Nisaa[4] : 134)
Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu (di dunia) baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat (Q.S. Asy-Syuura  [42] :20)
Dari ayat di atas dapat kita ambil hikmah dalam akal kita, bahwa sobat semua jika mengharapkan akhirat, maka akan diberikan sebagian dunia juga oleh Allah, namun jika dunia yang diharapkan maka akhirat tak akan kita dapatkan.

Maka orang yang hanya mengejar dunia saja, bisa jadi semua yang diidam-idamkan dan dicitakan atau direncanakan akan dikabulkan, jerih payahnya mengejar dunia akan disegerakan. Namun itu semua tidak baik bagi dirinya? kenapa karena mungkin saja dengan hartanya dia akan semakin lupa dan melupakan akhiratnya.

Ali bin Abi Thalib pernah menasehati Kumail bin Ziyad An-Nakha’iy berkata : “Wahai Kumail ilmu lebih utama dariapada harta, ilmu akan menjagamu sedangkan harta, engkau harus menjaga hartamu” (Nahjul Balaghoh Mutiara Hal 35)
Dari Uqbah bin Amir r.a. Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya demi Allah, aku tidak khawatir kalian akan kembali musyrik sepeninggalku tetapi aku khawatir kalian akan berlomba-lomba dalam kehidupan dunia. (H.R. Muslim No.4248)
Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.: Bahwa Rasulullah saw. pada satu hari berada di atas mimbar lalu beliau bersabda: Ada seorang hamba yang diberikan pilihan oleh Allah antara Allah akan memberinya kemewahan dunia atau memberi sesuatu yang ada di sisi-Nya. Ternyata hamba itu memilih sesuatu yang ada di sisi-Nya. (H.R. Muslim No.4390)

7. Bakhil dan kikir

Istidraj juga bisa menimpa orang muslim, bagi seorang muslim hakikat dari berlimpahnya harta adalah tanda sebuah ujian. Malah dengan hartanya tersebut kita disuruh untuk menafkahkan sebagian rizki kita.
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya (Q.S. Al-Hadiid [57] :7)

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui (Q.S. Al-Baqarah [2] : 261)

Tapi sebagai manusia terkadang diri ini terlalu kikir sehingga kelimpahan tersebut bisa mengundang Istidraj dan murka Allah jika kita tetap saja kikir dan bakhil.
Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah (Q.S. At-Taubah [9] : 76-77)

Sekiranya manusia memiliki emas sepenuh dua lembah niscaya ia akan mencari yang ketiganya (H.R. Bukhari Muslim)
Dan manusia itu bersifat kikir (Q.S. An Nisaa’ [4] ; 128, Al Israa’ [17] : 100)

8. Tamak dan rakus pada dunia
Dari Ibnu Umar r.a.berkata : berkata Nabi SAW : Sesungguhnya seorang mukmin makan dengan satu ususu sedangkan si kafir makan dengan tujuh usus (H.R. Bukhari Muslim dalam Alu’lu wal marjan Jilid 2 No 1334)

Dari Abu Hurairah r.a. berkata Rasulullah SAW bersabda : “Dunia ini adalah penjara bagi mukmin dan surga bagi orang kafir. Sedangkan akhirat adalah surga bagi mukmin dan penjara bagi kafir (H.R. Tirmidzi No. 2246 Disahihkan oleh Albani)

9. Tidak Bersyukur
Orang yang ditimpa Istidraj biasanya lupa kacang pada kulitnya, lupa siapakah yang telah memberikan berjuta bahkan berbagai nikmat hidup yang telah dia dapatkan dari Allah. Dirinya melupakan dari siapa dia mendapat kelimpahan yang begitu dahsyatnya ini.
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan  (Q.S. Yunus [10] : 12)

Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka (Q.S. Yunus [10] : 11)

Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka; maka bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya). (Q.S. An-Nahl [16] :55)

Ali bin Abi Thalib pernah berkata mengenai ciri-ciri orang yang tidak bersyukur yaitu : Ia tidak mampu mensyukuri apa yang dikaruniakan kepadanya dan selalu menghendaki tambahan dari apa yang ada pada dirinya. Bila jatuh sakit ia menyesali dirinya tapi bila telah kembali sehat ia merasa aman berbuat sia-sia. (Mutiara Nahjul balaghoh Hal 37)

10. Tidak Amanah terhadap Harta
Seseorang yang ditimpa Istidraj terkadang lalai dan tidak amanah dari harta yang telah diberikan Allah SWT pada dirinya. Harta yang telah dianugerahkan malah digunakan untuk hal-hal maksiat dan berbuat dosa, tidak digunakan untuk kebaikan.
mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka (hidup) bersenang-senang (di dunia). Kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya). (Q.S. Al-Ankabut [29] :66)

mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kamu sekalian, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu). (Q.S. Ar-Ruum [30] :34)

Dunia dihuni empat ragam manusia. Pertama, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan dan ilmu pengetahuan lalu bertakwa kepada Robbnya, menyantuni sanak-keluarganya dan melakukan apa yang diwajibkan Allah atasnya maka dia berkedudukan paling mulia. Kedua, seorang yang diberi Allah ilmu pengetahuan saja, tidak diberi harta, tetapi dia tetap berniat untuk bersungguh-sungguh. Sebenarnya jika memperoleh harta dia juga akan berbuat seperti yang dilakukan rekannya (kelompok yang pertama). Maka pahala mereka berdua ini adalah (kelompok pertama dan kedua) sama. Ketiga, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan tetapi tidak diberi ilmu pengetahuan.

Dia membelanjakan hartanya dengan berhamburan (foya-foya) tanpa ilmu (kebijaksanaan). Ia juga tidak bertakwa kepada Allah, tidak menyantuni keluarga dekatnya, dan tidak memperdulikan hak Allah. Maka dia berkedudukan paling jahat dan keji. Keempat, seorang hamba yang tidak memperoleh rezeki harta maupun ilmu pengetahuan dari Allah lalu dia berkata seandainya aku memiliki harta kekayaan maka aku akan melakukan seperti layaknya orang-orang yang menghamburkan uang, serampangan dan membabi-buta (kelompok yang ketiga), maka timbangan keduanya sama. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

11. Melakukan Kezaliman Terus Menerus
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya (Q.S. Al-humazah [104] :1-3)
Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada di diami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebahagian kecil  (Q.S. Al-Qashash [28] :58)
Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah ke- nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? (Q.S. Al-Qashash [28] :60)
Malaikat Jibril datang kepada Nabi Saw, lalu berkata, “Hai Muhammad, hiduplah sesukamu namun engkau pasti mati. Berbuatlah sesukamu namun engkau pasti akan diganjar, dan cintailah siapa yang engkau sukai namun pasti engkau akan berpisah dengannya. (H. Ath-Thabrani)

12. Lupa Diri
Harta dunia pada intinya adalah sesuatu yang dibolehkan Allah untuk kita menikmatinya. Tak ada yang mengharamkan dan mengahalngi orang meraih berbagai macam perhiasan dunia. Namun harta dan kekayaan tersebut berpotensi membuat orang lupa diri, dan hanya sedikit yang selamat dari godaan duniawi
Maka ia berkata: “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku (Q.S. Shaad  [38] : 32)
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa (Q.S. Al-An’aam [6] : 44)
Demi Allah, bukanlah kemelaratan yang aku takuti bila menimpa kalian, tetapi yang kutakuti adalah bila dilapangkannya dunia bagimu sebagaimana pernah dilapangkan (dimudahkan) bagi orang-orang yang sebelum kalian, lalu kalian saling berlomba sebagaimana mereka berlomba, lalu kalian dibinasakan olehnya sebagaimana mereka dibinasakan. (H.R. Ahmad)

13. Merasa Semua Berjalan Sesuai Planning
Sebagian orang diberi harta, kedudukan, dan dibukakan nikmat serta keluasan berbagai rizki pada mulanya sebagai ujian. Dan sebagaian orang diwujudkan oleh Allah apa yang direncanakan dan apa yang dicita-citakan. Namun orang tersebut melepas Allah dan merasa dirinyalah yang menyebabkan semua itu, semua itu terwujud karena kepandaian dirinya dan upayanya sendiri.
Qarun berkata : Sesungguhnya aku memiliki harta itu karena ilmu yang ada padaku (Q.S. Al-Qashash : 78)

Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu(Q.S. An-Nisaa’ [4] : 115)

Dan apakah ia (Qorun) tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.
(Q.S. Al-Qashash [28] : 78) (Abu Akmal Mubarok)

istidraj
Teruskah ku langkahkan kakiku???
hingga batas terakhir akan kutemui.....

Berat rasanya untuk meneruskan perjalanan, namun ada yang harus aku buktikan tanda-tanda kekuasaan Allah harus terus kucari dan terus kucari, karena hidayah itu akan hadir ketika kita terus mencari. Setelah agak lama ku merenung antara hidup dan matiku, antara wujud dari semua nikmat yang telah dianugerahkan padaku, dan berbagai macam hal yang telah terjadi. 

Maka tak ada jalan lain selain terus melangkah dan meluruskan niat, melangkah untuk kembali menuju Allah yang telah memberikan berjuta kenikmatan hidup dan anugerah yang luar biasa dalam hidupku. Akan terus ku buktikan kekuasaan Allah. Dan aku harus selalu waspada terhadap musuh yang mengintai setiap saat. Yah mereka adalah setan yang terus mengehmbuskan nafas-nafas keburukan dalam setiap jiwa yang lapang mencari kebenaran hakiki.

Semoga sahabat juga selalu berhati-hati dalam melangkah dan menemukan tempat kembali yang terbaik, dan tempat kembali terbaik bagi saya adalah kembali pada Allah yang telah menciptakan berbagai macam karunia dan nikmat. Boleh kita kalah namun jangan sampai kita menyerah dan teruslah melangkah karena Allah dan untuk Allah.

Semoga perjalanan selanjutnya membawa hikmah yang lebih dahsyat dan lebih baik lagi, dan tetaplah waspada terhadap kemungkinan Istidraj yang membayangi hidup, dan segala kemungkinan ujian dan godaan yang terus menerus datang menggoda. Dan angki akan melangkah kemana hati ini dibawa pergi oleh Allah. Hingga Allah menunjukkan berbagai macam kuasaNya dan kedahsyatan setiap rencana hidup.

Semoga Allah senantiasa selalu menujukkan cahaya dan jalanNya, Layaklah Allah membawaku ke tengah samudera hindia.....semoga diriku lebih berhati-hati lagi dan terus mawas diri, sobat semua juga yah..jika Istidraj sudah dirasa dekat, segera aja yuk kita taubat...taubat yang benar-benar taubat....

Tiada daya dan kekuatan selain datang hanya dari Allah semoga jiwa ini lebih merekah melangkah karena Allah...Ya Allah terimalah taubatku untuk kembali pada jalan cintaMu dan bukti-bukti kekuasaanMu aamiinn... kini bersama Allah kuteruskan langkah yang sempat terhenti dan kembali berjalan membuktikan tanda-tanda kekuasaanNya di setiap jalan yang ada, karena kini aku tahu Allah bersama orang yang tulus melangkah karenaNya....

Semoga kita terhindar dari Istidraj...aamiin...

6 komentar:

  1. sambil melihat alam sambil membaca terjemahan al Qur'an yg subhanallah mengingatkan kita ya mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah hidayahNya Allah bertebaran dalam ayat kauniyah dan qqauliyahnya mbak....

      Hapus
  2. wah, mantap nih ilmunya, aminnnnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah mah...smga nikmat kita bukan nikmat Istidraj....

      Hapus

”Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Q.S 62. Al Jumuah ayat 10)

Semoga bisa diambil hikmah pelajarannya, dan bisa dijadikan renungan yang lebih bermanfaat... maafkan bila ada masa yang dipenuhi kebodohan... hanya perjalanan kehidupan menuju cerdas yang lebih berkah dan penuh pertaubatan....

Mari Berjalan Penuh Dengan Iman... Perjalanan Panjang Sob, Akhirat itu Pasti Ada Dan kita semua akan Menjalaninya.... Mari Bersiap...