JustFunPlayandKidd, yang dapat cahaya kehidupan pasti akan tahu yang bercahaya dan tidak... karena pulau ini hanya senang-senang, main, dan sendau gurau... Kita akan diuji dengan kebaikan dan keburukan sebagai cobaan yang sebenarnya, mari hadapi dengan sabar dan sholat. "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Surah Al-An'Am ayat 32) |Selamat Terdampar di pulau Kecil| Jelajahi Yuk| Berminat Kerjasama etc Contact Me | angkisland@gmail.com

Minggu, 23 November 2014

Curug Banyunibo Bantul, di Atasnya masih ada curug!!!

Curug Banyunibo Bantul, Atasnya masih ada curugnya!!!, Hanya kerjaan orang-orang pembuka lapangan kerjalah yang bersedia tersesat di antara hutan, menyusuri sungai dan terasing dalam keramaian serta hiruk pikuk duniawi. Bersedia mencari kesejukan di antara lembah dan aliran sungai, atau jangan-jangan ini memang panggilan jiwa para pencari ibu, ibu pertiwi, ibu tanahnya, ibu tempat dia kembali ketika raga berpisah dengan jiwa....

curug banyunibo bantul


Tapi hal itulah yang saya kerjakan bersama teman-teman saya yang bahasa gaulnya alias bahasa master sesepuhnya adalah khilaf! yes this is Khilaf! khilaf antara kebenaran dan kebatilan, terasing dalam budaya dan tersesat dalam nuansa hedonis, kami akhirnya memutuskan melepaskan jebakan itu dan berkutat dengan angka-angka hutan agar kami paham bahasa hewan dan bahasa tumbuhan serta benda-benda tergolek lain yang menyimpan misteri.

Curug Banyunibo Pajangan Bantul siapa yang tak kenal curug yang sudah menjadi buah bibir warga Jogja dan terutama warga Bantul ini. Curug musiman ini memang masih menyimpan misteri...kenapa saya sebut musiman, karena terkadang airnya akan deras di musim hujan dan akan mengering ketika kemarau datang menjemputnya.

Sebenernya tempat ini sudah menjadi andalan pamungkas saya untuk melepas penat dan merenung memikirkan nasib tanah yang terkulai lemah namun mempunyai kedalam arti disetiap gerak dan serutnya yang diam tanpa bahasa.

Mempelajari alam layaknya mempelajari kata-kata Tuhan yang tak tertuliskan namun mempunyai kekuatan dan hikmah, ketika penjelajahan pertama saya dahulu yang saya borong habis dua curug yaitu Curug Banyunibo dan juga Jurang Pulosari, saya kembali lagi ke tempat ini bersama sahabat saya yang baru saya merayakan hari lahirnya, selamat ya master Bryan semoga makin sholeh.

Penasaran saya terjadi ketika saya mencoba menyusuri Curug Banyunibo ini sebenernya airnya berasal darimana ya? dan akhirnya di siang yang menuju sore itu kami menerabas bumi Pajangan untuk balik ke Banyunibo, sesampainya di sana kami langsung saja menjajal track naik ke atas Banyunibo dan menyusuri aliran sungainya.

curug banyunibo pajangan
yuk kita susuri

banyunibo pajangan
airnya yang jernih menggoda untuk di daki

susur sungai
Susur sungai

Agaknya kalo ada acara komunitas susur sungai kegiatan ini bisa dikategorikan dalam hal tersebut, soalnya ya kita basahin sendal dan sepatu kita buat nyusuri sungai di atas curug Banyunibo ini, berharap kami menjumpai sang dewi perawan yang bersedia menggoda keperjakaan kami untuk berbaur dengan dirinya menjadi basah dan penuh gairah.

Ahhh hanya angki yang sedang belajar dari alam, beruntung saya mengajak sobat saya Bryan karena anak ini kuliah diunsur bumi elemen batu dan tanah geologi, jadi jalan-jalan saya kali ini full pengetahuan yang saya sendiri juga jarang untuk memperhatikan. Jenis-jenis batuan yang ada di sini menurut doi adalah batuan lampau dari binatang-bintang laut yang terangkat ke atas, jadi tanah di sekitar Banyunibo ini dulunya bisa di bilang lautan.

Karena banyak kami temukan kerang-kerang yang sudah jadi fosil, dan menyatu dengan batu serta tanah. Penasaran kami semakin buncah ketika kami mulai temukan susunan batuan-batuan yang aneh, kalo kata master Bryan " itu batuan yang di usun penduduk mas, wah jadi bisa ya dibuat rapi gitu saya mikir gitu hehe, tapi ya kayaknya sih emang udah ada tangan-tangan penduduk sekitar yang ikut mempercantik pemandangan ini.

Meski begitu saya yakin ada tarian alam yang masih alami dan berbaur menjadi satu dalam melody lukisan alam yang sangat bikin hati tentrem dan sejuk ini. Ahhh serasa kembali ke masa sebelum mengenal kran air buat mandi, dan juga mesin penyedot air, mungkin penduduk sekitar datang dengan gayung-gayung mereka dan mandi di kali atau sungai ini ahh segar... selagi saya berjalan dan berfikir kesegaran yang tengah terjadi saya dikejutkan sama batang pisang di tengah aliran sungai, kemudian fikir nakal saya menggema?? apakah ini bekas batang pisang mandiin jenazah y???

batang pisang
jadi ngerasa ngeri juga??

Tapi cepat-cepat saya tepis pikiran itu, dan saya anggap ini batang pisang tak ubahnya pepohonan yang terseret aliran air ketika banjir datang. Teringat kisah kodok dan monyet yang mana saat kodok dengan kerja kerasnya dengan tekun menanam pisang namun si monyet yang mencuri pisang-pisangnya..... 

Jadi kasihan juga sama si kodok, tapi tak apalah itu kisah yang kita jadikan pelajaran, agaknya kita contoh sikap kodok yang kerja keras itu. Dan jangan contoh sikap monyet yang suka mencuri yang akhirnya doi mati terseret banjir bersama batang pisang tempatnya memanen hasil curiannya.

Nah setelah agak lumayan naik kemudian kami menemukan serpihan keindahan alam yang tercecer dari curug Banyunibo, meskipun curug ini tak lebih tinggi dari curug Silangit yang berada di Purworejo, namun curug kecil ini sudah sukses menjadi obat pelepas penat kami disiang yang menuju sore tersebut.

alhamdulillah nemu yang bikin seger
eiit itu mas Bro Bryan mau terjun apa yax?

basah-basahan dulu ahhh

Meski siang itu kami tak bawa peralatan perang full power namun dengan lensa 50mm yang kami bawa pada edisi kali ini sudah menuntaskan hasrat kami untuk melepas penat di tengah keramaian Jogja yang makin gila dengan jalan-jalanan Jogja yang makin padat streess ajib.

Meskipun air terjun mini ini alias curug ini terasa masih perawan namun belum sukses memikat kami untuk melepas pakain dan bercumbu dengannya, karena selain kami gak bawa baju ganti kami juga gak berniat buat nyemplung ke situ maklum, selain masih resah dengan asal airnya darimana kami juga mencium bau-bau misteri...

Tapi tak apalah namanya juga aliran sungai emang sudah menjadi habitat sah para bangsa lelembut, karena mereka suka dengan daerah yang lembab-lembab, beruntung foto-foto kami amsih terselamatkan, kalo teringat kejadian curug Njuruk gedeh di perbatasan Sleman dan gunung Kidul sana saya getir juga, maklum sudah banyak jepret tapi fotonya gagal semua.

Makanya sob sebelum kita memulai suatu kegiatan hendaknya kita awali dulu ya sob dengan doa, karena kekuatan dan daya kita ini hanyalah Allah yang memberi dan apalah arti kita tanpa daya dan kekuatan dari Sang Pemberi kekuatan.

Alhamdulillah setelah puas menikmati keheningan dan kesejukan gemericik airnya yang menari-nari syahdud an penuh dengan gelora anak muda yang sudah tak sabar ingin dikenal, kami akhiri penyusuran sungai kali ini. Meskipun begitu sobat saya Bryan masih berkenan untuk berbagi ilmu buminya bersama saya.

Mulai dari akar-akar tumbuhan yang melingkar karena sudah bertahun-tahun, dan juga batu-batuan yang ada wah pokoknya sampai saya kembali kosong hahaha alias nge blank haha, tak apalah nanti kalo ketemu alam lagi pasti saya inget lagi itu nama-nama batunya, insyaAllah moga aja haha hay.

tanah dan akar
akar-akar ini hasil pergulatan bertahun-tahun

batu curug
Nah ini tanah-tanah dan unsurnya

batuan banyunibo
batu aja eksis pake tumpang tindih hehe

Satu hal yang masih simpan di dalam hati dan jadi hikmah juga buat saya hasil jalan-jalan kali ini yaitu akar tumbuhan dan juga tumbuhan serta semua makhluk hidup yang ada senantiasa bergerak menuju cahaya, jadi boleh saya bilang cahaya itu akan membawa berkah dan hikmah tersendiri dari para pencarinya.

Akar yang menggulung karena dia telah ambruk tapi kemudian tetap berjuang untuk mencari cahaya, yah seperti hidup kita sebagai manusia terkadang kita ambruk, jatuh, dan gagal namun kita senantiasa mengalir dan terus mencari cahaya agar kembali bangkita dan meninggalkan guratan istimewa untuk hidup yang selanjutnya, dan sebaik-baik cahaya adalah cahaya dari Tuhan, dan bolehlah saya bilang bahwa hidup adalah cahaya...^-^.9

curug Banyunibo pajangan bantul yogyakarta
Ini curug banyunibo

Nah ni penampakan curug banyunibo sob, kalo musim hujan udah datang gini, bakal makin deres dah hehe, akhirnya kamipun pamitan dengan sang curug dan keheningan dusun Pajangan ini. Moga aja masih asri lestari dan heppy dah kalo mau merenung dan ngadem di curug ini lagi moga-moga aja yah, oke udah dulu yah mantap ^-^.

Eiitt sebelumya dapat salam dari si Monkey dan sebagai penutup jalan kami, kami mampir juga lho ke outletnya Waroeng Steaknya Pak Jody sobat masih inget kan gimana serunya saya ngaji bareng pak Jody di Ngaji bareng owner Waroeng Steak  di Teras dakwah Nitikan.

monkey
kapan-kapan ketemu saya lagi yah hehe

keranjang sampah
boleh deh sampahnya di buang sini kakak

Nah alhamdulillah akhirnya dapet rejeki di akhir perburuan, selamat Hari Lahir yah buat sobat Bryan semoga makin ganteng dan sholeh dan makin diberkahi Allah ^-^ semoga bisa jalan-jalan heppy lagi kapan-kapan sip, mantap dan terus berkarya yah, foto-fotonya selalu mantap ^-^ oke sob tetep stay di pulau kecil yah buat jalan keren selanjutnya ^-^.9


ini selalu menggoda disantap kan sob?



Oke deh mau pilih yang moto apa pilih milkshake dinginnya?? hehe selamat menikmati sajiannya , terus melangkah karena Allah dan untuk Allah ya sob biar heppy dah jalan-jalannya ^-^.9 dukung saya biar tetep eksis yuk cek cara ajak angkisland.com jalan yah ^-^.9 kita kenalin indonesia pada dunia ^-^ yihhaa....

8 komentar:

  1. Ini berarti lokasinya diatasnya curug banyunibo ya mas? Dulu ke curug banyunibo waktu musim kemarau, jadi salah moment :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah salah genjot mas hehe iya mas naek aja mas disusurin sampe kandang bebek tar balik lagi aja hehe....

      Hapus
  2. pemandangan spt begituan masih ada ya,,,spt dalam dongeng aja,,,mau donk mas kesituuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya mbak pas musim hujan lebih deres airnya mbak hehe mantap mbak Dwix, di jogja masih mbiya yah mbak bhsa lain dari banyak gak pake abiss...

      Hapus
  3. ngga bisa mandi, sungainya dangkal dan berlumut, heheh... tapi bener ini enak untuk dipandang2 aja, kira2 foto yang pertama real ngga mas? atau pakai efek lagi? kok kayaknya hidup bener nuansa alamnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe pake efek 360 mas hehe pizz, oia mas itu real mas cuma agak dibikin dramatis biar romantis gitu mas hehe pizz... wah setuju mas ini belum layak buat mandi kecuali terpaksa hehe pizz

      Hapus
  4. sik mas ??? lewatnya perempatan sedayu itu bisa kan? medannya wow gak sih? pengen kesini tapi hampir smeua foto hawa-hawanya terlalu adem banget -.-

    BalasHapus
    Balasan
    1. ehehe enggak kok mbak sloww santai jalan desa semacam jalan" kulonprogo.... datang pas musim hujan aja mbak lebih syahdu aseekk mantap ^-^.9

      Hapus

”Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Q.S 62. Al Jumuah ayat 10)

Semoga bisa diambil hikmah pelajarannya, dan bisa dijadikan renungan yang lebih bermanfaat... maafkan bila ada masa yang dipenuhi kebodohan... hanya perjalanan kehidupan menuju cerdas yang lebih berkah dan penuh pertaubatan....

Mari Berjalan Penuh Dengan Iman... Perjalanan Panjang Sob, Akhirat itu Pasti Ada Dan kita semua akan Menjalaninya.... Mari Bersiap...