JustFunPlayandKidd, yang dapat cahaya kehidupan pasti akan tahu yang bercahaya dan tidak... karena pulau ini hanya senang-senang, main, dan sendau gurau... Kita akan diuji dengan kebaikan dan keburukan sebagai cobaan yang sebenarnya, mari hadapi dengan sabar dan sholat. "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Surah Al-An'Am ayat 32) |Selamat Terdampar di pulau Kecil| Jelajahi Yuk| Berminat Kerjasama etc Contact Me | angkisland@gmail.com

Selasa, 08 Juli 2014

Kekasih yang Pasti Menjemput Bernama Kematian...

Merindukannya, mendambakannya, mencintainya....hei apakah kamu sudah mengenal kekasih sejati yang bakal pasti menjemput dirimu membawamu ke alam kekekalan? Ataukah kamu takut dan ragu dengan dirinya? Perbanyaklah mengenal dirinya, perbanyaklah bercengkrama dengannya, ingatlah dia saat kau sedang belimpahan kesenangan ataupun dalam kesempitan dan kesedihan, dia yang bakal membuatmu dapat tegar menjadi seseorang yang selalu baik dan berbuat dalam kebaikan.

Ya Kekasih yang pasti menjemput itu bernama kematian, kamu takut mati? sama.. hingga detik inipun saya masih takut menjumpainya, teringat semua dosa dan salah yang kita perbuat teringat amal yang tak seberapa, siapakah kita dijemput olehnya.... Namun tak ada kata menolak belum saatnya atau aku tak siap menerima pinanganmu...tak ada kata penolakan tak ada kata sebentar atau tunggu setahun lagi, tunggu aku meluluskan sekolahku, tunggu aku mendapatkan pekerjaan yang layak...tidak dia tak akan menunggumu karena dia akan pasti dan tepat waktu saat masa dirimu dengan dunia sudah berakhir....

Kematian adalah sesungguhnya kekasih, dia selalu merindukan kita, dia selalu ikhlas mencintai kita dalam diam, dia selalu menantikan kita, dia pastinya akan menjemput kita, dengan menemui kematian maka awal dari semuanya, awal dari kekekalan awal dari kehidupan sesungguhnya dan juga saatnya kita mempertanggungjawabkan semua yang telah kita lakukan saat kita hidup di dunia. 

Sudah ada yang kenal sama mbah putri saya? yup dulu saya pernah cerita lho di sini boleh deh cek sini dulu mbah kakung and mbah putri. Nah hampir sebulan Simbah Putri saya di rawat di RS Sarjito, sebelum ke Sarjito ini simbah sudah di rawat di Wirosaban, namun karena dirasa sudah sembuh akhirnya dibawa pulang, namun karena di rumah pola makan kurang terjaga akhirnya simbah down lagi dan akhirnya bersinggahlah di RS Sarjito. Simbah lahir pada tahun 1939. Keluhan yang dirasakan simbah yaitu simbah kesulitan dalam bernafas. T.T

rumah sakit wirosaban
perspektif yang indah di Wirosaban, makin inget mati jadinya

Ketika simbah masih dirawat di Wirosaban, saya belum bisa menemani beliau. Namun saat mulai dirawat di Sarjito, alhamdulillah saya bisa menemani simbah mulai dari sejak simbah di ruang ICU, dimana masih antri ruangan sampe simbah dapat kamar. Alhamdulillah 3 hari saja simbah ngantri ruangan namun setelah itu simbah ditempatkan di ruangan yang diisolasi di lantai 3 Sarjito. Jika kita hendak masuk ke ruangan ini kita diwajibkan memakai masker. Entahlah sebenernya apa yang jadi sakitnya simbah dan dinamakan apa.

keluarga muhammad harun
Nah ini Om saya and Simbah
Ketika pertama kali ke sini saya bingung, karena cuma bulek, Om dan saya saja yang ada, saat simbah pindah dari ICU ke ruangan. Pagi harinya saya juga ngurus surat jaga, agar kita bisa leluasa jaga, karena peraturan baru jam besuk hanya boleh mulai dari Sore, kalo pagi gak boleh dan kalo masuk ke gedung harus make kartu jaga.

Pagi hari, bunda saya hendak masuk namun terhalang satpam, untunglah karena kebiasaan saya yang suka jalan-jalan, saya jadi tahu kalo bisa masuk lewat pintu belakng meski ada larangannya sih ehe, tapi y gimana lagi pagi itu bunda dan saya bisa jagain simbah akhirnya. Di hari pertama itu simbah ditempatkan di runag nomer 10. Ruang itu sudah ada penghuni yang sebelumnya menempatinya. Dua buah ranjang dalam satu kamar, bersyukur deh dapat kamar, gimana bulek pusing ngurusnya, syukur deh bulek ada kenalan di RS jadi gak perlu terlalu lama ngantri di ICU.

Tetangga yang sudah menempati ruang kamar tersebut hampir di rawat sekitar 3 minggu, dan bersyukur deh ada kawan yang juga bisa dititipin saling nitip, semisal kami yang jaga ada keperluan. Sejak hari pertama itu saya mulai menjaga simbah, bergantian kadang ada Om dan Bulek saya, lalu ada Bunda dan Ayah saya. Karena saya belum berkeluarga terkadang saya dapat jatah malam yah malam, pernah bayangin suasana malam di Rumah sakit, alhamdulillah saya pernah ngerasain tapi saya enjoy aja.

rumah sakit sarjito jogjakarta
Simbah dan teman sekamarnya

Dari jaga menjaga itu saya dapat kenalan teman baru mbak Sari namanya, doi juga ngeblog juga loh kenangablog. Lumayan laha da temen yang seumuran, tapi karena mbak sari kerja maka doi dapat jatahnya dari sore sampe sebelum malam nah lo hehe, ya selama hampir 2 minggu sebelum akhirnya mbak Sari dan keluarga dijinkan pulang. Kalo keluarga mbak Sari ini sendiri yang sakit simbahnya mbak Sari, dari merekalah saya juga belajar tentang kesabaran dan manajemen waktu yang baik saling bekerja sama antar keluarga. Yah nampaknya itu jadi hal besara buat saya dan keluarga karena masih banyak yang belum atau kadang gak mau berkorban buat jagain simbah juga, Alhamdulillah waktu itu saya lagi masa galau and belum ada hal serius yang saya kerjain mungkin emang takdir Allah buat Angki bisa jagain simbah. Terima aksih buat mbak Sari dan Keluarga yang juga dah bantuin jaga simbah...

Mbah putri ini selalu sayang sama Angki pasti kalo ketemu dapet cium deh, mungkin karena rumah saya and simbah gak berdekatan yang membuat simbah sayang saya hehe GR yah hoho. Tapi gak juga sih sama cucu yang laennya juga semua dicium, Simbah emang sayang sama cucunya. Selama merawat simbah itulah saya banyak belajar, banyak memahami tentang kehidupan, cerita-cerita simbah dan hal-hal saat nemanin simbah di rumah sakit adalah hal yang gak kan saya lupakan. Terkadang kita menyepelekan hidup kita yang tak kunjung sukses, namun di saat keaadaan kita saat itulah kita diuji agar kita paham atau enggak dalam memahami keadaan tersebut. Di Uji Allah itu harus senang loh, karena Allah perhatian sama kita makanya kasih ujian ke kita, buat nguji kita bakal naik tingkat atau tetap di tempat.

ayah dan bunda menunggu

Bagi saya sakitnya simbah ini adalah ujian buat semua, buat keluarga besar saya dan buat saya pribadi. Ujian ini juga merupakan ujian simbah guna gugurin kesalahan yang mungkin pernah simbah perbuat, karena kita sebagai manusia tak bisa luput dari salah dan khilaf. jadi keinget sama dosa dan khilaf yang banyak banget, maafin saya Ya Allah, mungkin kejadian sebelum kejakarta kecelakaan kemarin tanda Allah sayang juga sama Angki, Jakarta . Semoga Allah selalu sayang dengan hambanya yang berjuang mendekat padaNya..aamin

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al-Baqaroh : 155-157).

Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641).

Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).

Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya”.
(HR. Tirmidzi no. 2399, Ahmad II/450, Al-Hakim I/346 dan IV/314, Ibnu Hibban no. 697, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Mawaaridizh Zham-aan no. 576).

Yup Sakit siapa sih yang mau? sakit itu kita tak berdaya, susah untuk merasakan nikmat Allah yang begitu luasnya. Begitu juga dengan simbah saat itu, sinbah hanya bisa terbaring lemah di Pembaringan tempat tidur. Silih bergantian saya, Ayah Bunda, Om dan bulek saya saling menjaga simbah berharap keadaan simbah yang semakin membaik.

Terima kasih buat sobat-sobat saya mas Afif, Ramli, Bryan temen-temen fotografer serta tema-teman laen yang ikut mendoakan dan yang datang menjenguk semoga amal temen-temen dibalas oleh Allah. Sejak di rumah sakit itu saya seperti terputus dengan dunia, segala aktifitas rutin syaa pun terhentikan. Hobi saya ber foto ria pun juga terhenti sejal saat itu. Ada hikmahnya juga, saya jadi bisa lebih dekat sama Allah, saya dapat memahami arti dari waktu , nikmat kesehatan dan saya jadi lebih dekat dengan Allah di tengah kegalauan saya ketika itu.

Hadis Rasulullah SAW. Rasulullah bersabda :

"Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya."

Allah memerintahkan :
  1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
  2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
  3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
  4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.
Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba. Namun untuk malaikat ke 4 , Allah TIDAK memerintahkan untuk mengembalikan dosa2nya kepada hamba mukmin.

Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : "Ya Allah mengapa dosa2 ini tidak Engkau kembalikan?"

Allah menjawab : "Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa2nya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa2 tersebut ke dalam laut."

Dengan ini , maka kelak pesakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa.

Sabda Rasulullah SAW : "Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun."

Sedangkan, Allah berfirman di dalam surah At-Tagaabun, ayat 11 yang bermaksud:

"Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah; dan sesiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar); dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu".

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya" (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Bahkan di dalam satu lagi riwayat, Rasulullah bersabda bahawa , "dengan hanya tertusuk duri sekalipun, Allah bersedia untuk meninggikan darjat seseorang itu dan menghapuskan satu kesalahan dirinya".

Di ruang tempat simbah dirawat terkadang ketika malam suasana menyeramkan, pernah di suatu malam, ada pasien sebelah kamar yang teriak-teriak, bahkan saya juga menjumpai ada yang berpulang dulu ke rahmatullah. Setelah beberapa pekan di rawat, akhirnya tetangga simbah yaitu simbahnya mbak sari sudah di ijinkan untuk pulang. Simbah jadi tak ada teman sekamar lagi.

mbah putri sahilah
simbah jadi sendirian

Hal yang membuat saya salut dengan simbah yaitu ketika Sholat dan lafal Allah yang selalu simbah dzikirkan dalam sakitnya gak pernah simbah tinggalkan, bahkan jilbab pun gak pernah simbah lepaskan kecuali jika ada pemeriksaan. Istighfar selalu memenuhi ruangan tersebut, menjadikan ruangan tersebut sedikit tenang dan syahdu. Teduh meneduhkan dan membuat hati menjadi tenang.

pemandangan dari sarjito
sesekali simbah duduk dan melihat view diluar

Hal yang paling membuat senang saat simbah makan dengan lahapnya. Dan ikut tersenyum dan ceria saat ada sodara yang menjenguk. Kebiasaan simbah saat pagi menjelang minta untuk dibukakakn jendela menikmati udara segar dari alam. Ketika sore juga duduk dan menikmati pemandangan luar dari kamar, kamar simbah berada di lantai 3 sehingga bisa liat View yang lumayan damai.

Tapi beberapa kali simbah dengan sakitnya masih tampak ceria, meskipun simbah juga merasakan kesakitan. Hal yang paling membuat saya gak tega, ketika simbah diasapi oleh perawat atau dokter. Yah karena dengan diasapi tersebut nafas simbah jadi sedikit lega. Setiap kali air oksigen habis pun terlihat simbah sangat bergantung dengan adanya bantuan oksigen.

Pernah simbah marah pada kami dan ngambek, karena pernah suatu kejadian karena bunda saya gak mau malam-malam di RS karena takut, dan ayah saya pas gak bisa jemput simbah saya dan bunda simbah tinggal. Simbah waktu itu takut senirian dan benar-benar takut katanya. Saat itu om juga belum datang, tapi syukurlah om datang tapi telat, simbah takut di tinggal sendirian. maafin dek angki dan bunda ya mbah...

Tak lama, hanya menunggu sehari saja, lalu datang pasien yang juga menempati ruang yang dipakai simbah. Pasien ini juga simbah-simbah putri. Beliau datang dari jauh, aslinya dari Gunung Kidul namun simbah ini sudah lamaaa banget transmigrasi di Sulawesi. Beliau di bawa ke Jogja, karena kata dokter di Sulawesi di sana peralatannya belum memadai untuk menyembuhkan sakitnya simbah ini.

Suasana jadi riuh, karena anak dan keluarga yang menemani simbah ini banyak. anak bungsu dari simbah ni sangat perhatian. Mas Parno yang setia merawat beliau, mengoleskan minyak agar ibundanya hangat, sungguh anak bungsu yang berbakti. Mas Parno lahir di Sulawesi, tepatnya saya lupa di mana, dan dia sudah hampir sebulan di Jogja. Sebelumnya simbah pernah ke Sarjito, lumayan baikan, namun sakit lagi dan harus di rawat inap lagi. Selain Mas Parno ada suami dari simbah ini yang setia menjaga nice simbah.

Lagi-lagi saya dapat teman dan kenalan, saya sama mas Parno sempat sarapan bareng juga hehe, saya yang gak orang Jogja malah dikasih tau sarapan murah sama mas Parno di sekitar Sarjito hehe, secara mas Parno juga pernah ke Sarjito ngerawat ibunya dulu jadi tau tempat makan murah di sarjito hehe.

Kasihan ibunya mas Parno beliau sudah tak berdaya dan untuk maaf buang aer kecilpun sudah memakai selang. Bantuan dari mas parno dan suami ibu tersebut yang dapat membuat ibu itu masih fight. Ibu ini punya banyak anak di Sulawesi, namun hanya mas Parno saja yang bisa ikut merawat, dikarenakan letak Jogja-Sulawesi yang jauh.

Hal yang membuat saya terkadang takut yaitu, tetangga simbah yang kali ini sering mengigau dan mengerang kesakitan. Entahlah apa yang sedang beliau rasakan, kata mas Parno juga ibunya sudah dibawa berobat kemana-mana namun juga tak kunjung sembuh. Mas Parno dan keluarganya sudah pasrah.

Kata mas Parno ibunya ini sholatnya rajin waktu masih sehat, dan selalu mengingatkan buat sholat pada anak-anaknya. Namun entah apa yang terjadi simbah ini sering mengigau kesakitan dan seperti ngomong Mbah tulung mbah... entahlah simbah siapa yang beliau mintai tolong. Wallahualam...

Untuk Istighfar saja perlu dibimbing anak-anaknya. Saat itu sodara mas Parno juga berdatangan menyusul mas Parno. Di malam kedua dirawat, seusai sholat magrib suami dari simbah ini minta tolong ke saya. Beliau sudah pasrah dengan istrinya, beliau sudah memminta ijin pada anak-anaknya juga dan meminta kelapangan hati anak-anaknya. Bapak tersebut meminta tolong pada saya untuk memimpin Surat Yasin bersama untuk ibu tersebut. Sebenarnya saya hendak menolak namun kata bapak tersebut dari semua anak dan dirinya gak ada yang bisa fasih untuk baca Quran atau pimpin Yasin.

Karena saya kasihan, saya beranikan diri memimpin Surat Yasin sehabis sholat magrib di malam kedua ibu itu dirawat. Alhamdulillah om saya sempat membawa doa dan surat-surat Yasin berbekal buku kecil itu saya memimpin Yasin malam itu. sebelum dibacakan Yasin ini ibu tersebut terus-terusan mengigau minta tolong pada simbah. Alhamdulillah seelah Yasin dbacakan, ibu itu sama sekali gak ngigau lagi dan nampk tertidur pulas...Alhamdulillah keluarga dan Mas Parno jadi agak tenang malam itu. Hemm pertama kali dalam hidup saya, mimpin bacaain Yasin...

Saat itupun saya juga memikirkan simbah yang sering ketakutan dan gak mau menoleh or tidur miring ke arah simbah tersebut entah apa yang membuat simbah takut saya juga tak tahu. Malam itu kamar menjadi sedikt gerah dan panas. Kipas di dalam ruangan pun tak jua membantu. Sekitar jam 12 malam ke atas simbah tersebut kembali mengigau, dan bergumam simbah simbah lagi...MasyaAllah...

Dokter jaga kemudian memberikan nafas bantuan pada simbah tersebut, akhirnya simbah tersebut dapat tenang lagi. Stelah malamnya smepat gerah, pagi itu suasana menjadi sedikit sejuk entah apa yang terjadi...Shubuh menggema seusai saya dan mas Parno menunaikan Sholat Shubuh kami kembali ke kamar.

Pagi itu kondisi Ibu mas Parno semakin menurun, dan dokter jaga juga sudah angkat tangan, semua keluarga sudah pasrah. Dengan dibantu anak ibu tyersebut ibu itu dibimbing dengan membaca Istighfar, smeua keluarga harap-harap cemas. Pengalam pertama kali pagi itu saya dapat merasakan suasana saat-saat seseorang dipanggil waktunya untuk kembali kehadirat Allah.

Pagi itu pukul 6 pagi, ibu mas Parno di panggil Allah SWT, dihari ketiga beliau dirawat. Innalllahi wainnailaihi Rajiun...semua keluarga bersedih. MAs Parno pun nampak kuat ditinggal ibunya, begitu juga suaminya. Perawat pun merawat Jenazah sang Ibu, menunggu cukup lama hingga jam 8, Jenazah baru di bawa ke ruang Jenazah untuk dimandikan. Suami ibu itu dan Mas Parno berpamitan dengan saya dan mengucapkan terima kasih juga pada saya karena sudah membacakan yasin pada malm harinya. Semoga amal Ibadah Ibu tersebut ditrima Allah Aaamiin...saya juga menguatkan mas Parno agar Tabah. Ya Allah sungguh kuasaMu sangat besar, hidup dan matiku hanya untukMu.....semua yang berjiwa akan mengalami mati...

Dari hal ini saya belajar banyak semoga kita selalu mengisi hari kita dengan mengingat Allah dan berdzikir terus, karena kita tak tahu saat kita tak berdaya nanti siapa yang akan kita minta tolong. semoga Allah masih mau menolong dan memerhatikan kita, menjaga kita dalam Iman Islam ini aamiin...Pertama kali dalam hidup saya, saya ikut merasakan ketakutan dan kesedihan da kecemasan saat Sakaratul menjemput. ya Allah berikanlah kami Khusnul Khatimah, kematian yang baik aamiin...

simbah dan bundanya angki
kenangan bunda saat ngerawat simbah

Di hari yang sama siang harinya datang pasien baru lagi. Kali ini warga Gunung Kidul. Kali ini juga seorang simbah, beliau di temani anak dan Suaminya. Dari pasien yang satu ini saya belajar tentang kesetian seorang suami pada istrinya. mbah kakung suai dari simbah ini dengan sayang menjaga istrinya, beliau selallu duduk disampinya dengan setia. Merawat dan menajaganya, sungguh pasangan lanjut usia yang romantis, bahkan hingga hampir tutup usia simbah sang suami setia menjaga istrinya subhanallah...semoga kita dipertemukan dengan jodoh yang baik aamiin...

Dari pasien yang ini saya juga belajar dari mas Supri anak dari ibu yang sakit, dapat cerita juga bahwa di desanya ada seorang yang kaya raya namun dia hidup cuma sendiir ditinggal anaknya...yah semoga kita enggak begitu ya dengan orang tua kita, moga kita jadi anak yang ebrbati dan sholeh sholehah...aamiin..Dia bersykur dia bisa jadi anak yang merawat ibunya...

Saat pasien dari gunung Kidul ini, ada kejadian lucu yang saya alami dan juga simbah saya lami hehe, hal ni membuat simbah tertawa lepas hehe, kangen simbah jadinya...Nah kejadian itu, suatu pagi suami dari ibu yang sakit pasien sebelah ini, diminta anaknya buat beli makan di bawah, tapi takkunjung balik juga, karena sang anak jaga ibunya maka saya menolong buat mencari simbah tersebut, semua warung dan sudut Sarjito saya putari dan jelajahi. Namun Sang simbah tak kunjung saya temukan. Saya dan simbah sempat khawatirr..

Ealah siang harinya menantu simbah ini datang, dan ngasih tau kalo mbah kakung pulang Ke Karang Mojo hahaha sontak saya dan simbah ketawa hadehh sudah di cemaskan elaha simbah kakung tadi naek busa pulang ke Gunung Kdiul hehe, katanya beliau lupa balik ke kamar and memutuskan pulang saja naek bus buat ngasih makan ternaknya haha hayeehhh sore harinya simbah itu datang lagi di anter anaknya yang laen....haduh simbah simbah...

Namun simbah tetangga lagi" tak bertahan lama, hanya 2 hari saja, karena semakin menurun kesehatnnya, akhirnya simbah itu di bawa ke ICU, keluarga pun sudah pasrah. Saya berpamitan dengan simbah yangs etia dan anaknya....Entah apa yang terjadi...semoga diberikan tempat yang baik nantinya...

Tetangga simbah yang baru hadir lagi, kali ibu seorang ibu-ibu yang belum sepuh, beliau sakit sama dengan simbah di bagian pernafasan juga. Alhamdulillah ibu yang jaga ini dijaga sama anak perempuannya juga yang baik ikut jagain simbahnya dek angki.

Beberapa hari ini pun simbah nampak sehat dan bugar serta ceria, Bahkan maknnya sempat lahap hehe, plus naksir nasi kucing depan sarjito juga minta teh hangta juga ke saya. Beliau juga nanyain cucu-cucunya, anak-anaknya. Saat itu saya merasa sudah bisa melepas simbah dan melepaskannya. Ada harapan simbah untuk baik-baik saja.

Untuk itulah saya tetap melanjutkan misi dan cita-cita saya, ketika itu saya ada agenda untuk ke Bromo dan sudah ke booking untuk trip ke Malang-Bromonya. Meskipun waktu itu saya masih merasa berat untuk meninggalkan simbah, bahkan malam hari saat saya mau berangkat Ke Bromo, saya mendapat kabar simbah kritis dan masuk ruang operasi, tapi dapat kabar lagi sudah baikan operasinya lancar. Memang waktu itu sebenernya simbah tinggal nunggu operasi saja dan saya lihat simbah juga sudah mulai sehat.

Pagi itu pun sebelum berangkat saya sudah berpamitan sama simbah kalo gak bisa jaga simbah 3 hari ke depan, tapi hari seninnya bisa jaga lagi, sambil tersenyum sama simbah dan berpamitan sama simbah..pun geh mbah...simbah berpesan sam asaya untuk hati-hati...senyum simbah saat saya menutup pintu tak kan penah saya lupakan, wajah beliau keteduhan beliau.

angki dan simbah
kenangan lebaran 2013 bareng simbah

Memang sebelum saya meninggalkan simbah saya sudah merasakannya, malam hari itu simbah nampak gelisah dan sering pipis ke kamar mandi, saya yang mengantar dan merawatnya waktu itu, bagi saya itu sudah pertanda. Simbah pun sudah minta pengen pulang ke saya waktu itu suruh ngasih tau ke om kalo simbah pengen pulang, dan sudah saya sampaikan ke om juga, saya sudah kerasa waktu itu. Bismillahirrahmanirrahim saat saya memutuskan berpamitan dengan simbah dan mengejar cita-cita saya, ketika saat itu pun saya sudah mendidikasikan perjalanan saya buat simbah. Bagi saya ke Bromo kala itu bukanlah bersenang-senang, namun senuah persembahan untuk Simbah, untuk Keluarga saya Ayah dan Bunda saya dan tentunya untuk Allah, bahwa kala itu saya berniat untuk beribadah bertebaran d buminya Allah, maafkan saya ya mbak semoga simbah waktu itu meridhoi saya dan memberikan ijinnya...aamiin...

Akhirnya setelah 3 hari melakukan perjalanan dan mewujudkan mimpi, saya kembali ke Jogja, saya sudah merasakan atmosfer itu. Ketika saya beristirahat di rumah, sore harinya ayah dan adek ponakan saya datang ke rumah dan mengajak ke rumah simbah, saat itu saya menolak karena sudah capek. Namun ayah saya memberi tahu bahwa simbah sudah pulang dan nanti ada malam tahlilannya simbah...

Sontak saya pun sedih, ternyata pulangnya simbah yaitu pulang yang sesungguhnya. Hari minggunya simbah dimakamkan, kata bunda banyak yang bertakziah. Hari senin nya saya baru sampai di Jogja. Simbah berpulang pada malam minggu hari sabtu sehabis magrib. Waktu itu bunda saya yang menjaga pun tak tahu kalo simbah sudah tiada, setau bunda simbah lagi tidur dengan nyenyaknya. Simbah mengalami infeksi setelah operasi, terdapat bagian ditubuhnya yang mengalami gangguan setelah operasi Paru-paru beliau di laksanakan. Padahal kondisi simbah menurut dokter, tak ada yang bermasalah dan semua berjalan baik-baiak saja. Memang sudah saanya simbah untuk pulang ke rumah sesungguhNya, iya simbah pengen pulang...dan permintaan simbah terkabul...Simbah berpulang ke hadiratMu Ya Rabb.....

Mendapat cerita dari bulek saya, bahwa simbah waktu itu sehabis dioperasi memang mengeluh sakit dan pusing pada kepala, tapi keadaan simbah baik-baik saja dan tanpa menggunakan alat bantu pernafasan simbahs udah bisa bernafas normal, sehabis magrib itu simbah sempat sholat magrib dan dibimbing sama Bulek, saat di tinggal bulek buat sholat, dan bunda saya yang menjaga, setau bunda saya simbah sehabis sholat waktu itu sedang tidur, sehabis simbah berdzikir dan bilang Allah Allah Allah tiga kali... simbah langsung tertidur dengan pulasnya... Innalilahi Wainnailaihi rajiun.... mbah Putri saya berpulang ke rahmatullah....Simbah tiada diketahui bulek setelah bulek selesai sholat magrib, sontak saat itu pun om, bunda ayah dan yang berada di situ bersedih semua. tangisan akan kematian yang selalu membuat sedih, sama kayak kali pertama saya berjumpa dengan kematian.

“(yaitu) org2 yg apabila tertimpa musibah, mereka berkata:
‘Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya lah kami kembali”.
QS. Al Baqarah (2), Ayat 156

Tak ada yang disusahkan simbah, simbah dipanggil Allah dengan tenang, Simbah selesai mengerjakan sholat magrib , Simbah saya yang gak pernah melepas Jilbabnya kecuali saat sakitnya, dan kematian datang menepati Janjinya. Kekasih itu hadir menjemput simbah, membawa simbah ke kehidupan selanjutnya yang kekal dan abadi...semoga simbah Khusnul Khatimah aamiin...semua amal dan ibadah beliau deterima Allah dan dimasukkan ke dalam Surga terindahnya aamiin....

keluarga muhammad harun pelem gurih
keluarga besar dari Bunda saya

Mbah dek angki juga bakal nyusul saat Allah sudah mencukupkan umur dek Angki, moga bisa bareng-bareng simbah di sana, bisa ketawa bareng simbah lagi, bisa dapet pelukan dan ciuman mbah Putri lagi....Mbah hanya tulisan ini yang baru dek Angki persembahkan buat simbah, semoga doa dek angki bisa mengalir ke simbah juga...doa anak-anak dan cucu-cucu simbah aamiin....

Tulisan ini saya buat dan persembahakan buat simbah saya, buat semua orang yang menunggu di jemput kekasih sejatinya...yang pasti menjemput..semoga bisa menjadi bahan perenungan buat semua...mengingat kematian ...bahwa hidup sesungguhnya nnati ada di akhirat...bahwa hidup di dunia ini hanyalah fana dan  sementara. Janji saya ke simbah kala itu, saya bakal kasih rumah ke yah dan Bunda saya di Surga, semoga saya bisa mewujudkan itu, berkumpul dengan simbah dan semua orang-orang baik aamiin....

Dengan mengingat kematian kita akan Ingat untuk apa kita hidup..untuk beribadah menyembah Allah SWT...Mati itu pasti datang dan menjemput...dialah kekasih yang akan pasti menjemput kita.... mati itu pasti akan datang jadi jagalah sholatmu sob jangan sampai sholat yang tergesa-gesa dan balapan sholat.

ibu sahilah pelem gurih
makam simbah

” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. “
QS. Al-Imran (3), Ayat 185


“ Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. ”

QS. Al-Munafiqun (63), Ayat 11)

pelem gurih
ayah bunda dan bulek

Lirik Senandung dari Pak Bugiakso yang mungkin pas buat meingatkan kita juga akan kematian, Urip iki mung mampir ngombe..

.

Ciptaan : Bugiakso
Vokal : Bugie
Produksi : Kaluku Record & Be-qyu Production
URIP KUWI MUNG MAMPIR NGOMBE,
ORA BAKAL URIP SELAWASE..
OPO WAE SING ONO NING NDUNYO,
KABEH KUWI BAKALE SIRNO..
YEN WIS TEKAN WANCINE,
SOPO WAE BAKAL DIKERSA’KE..
DITIMBALI KARO SING KUOSO,
DITAKONI AMALMU NING NDUNYO..
SING BECIK, BAKAL MLEBU SURGO
SING OLO, MLEBU NEROKO..
MULO KABEH KOWE MANUNGSO
DO ELINGO…
URIP KUWI MUNG MAMPIR NGOMBE,
ORA BAKAL URIP SELAWASE..
OPO WAE SING ONO NING NDUNYO
KABEH KUWI BAKALE SIRNO..
reff :
SING BECIK, BAKAL MLEBU SURGO
SING OLO, MLEBU NEROKO..
MULO KABEH KOWE MANUNGSO
DO ELINGO…
TINDHAKNO DAWUHE SING KUOSO,
BEKTIO KARO WONG TUWO..
IKU NGUNU BISO KANGGO SRONO,
MLEBU SURGO…
URIP KUWI MUNG MAMPIR NGOMBE,
ORA BAKAL URIP SELAWASE..
OPO WAE SING ONO NING NDUNYO
KABEH KUWI BAKALE SIRNO..

Kekasih yang Pasti Menjemput Bernama Kematian...
Semoga tulisan ini dapat mengingatkan saya buat terus mengingat Allah... mengingatkan saya akan makna kehidupan...ingat kenangan bareng Simbah ingat bahwa hidup ini tidaklah selamanya...hanya tempat untuk berhenti sejenak  menuju tujuan diakhirat kelak....aamiin...

Begitulah Allah menyimpan rahasia kematian kita, agar kita senantiasa ingat akan pemberi Ruh dan Nyawa ini... mari kita senantiasa mengingat Allah....

12  Ramadhan 1435 H
Dedicated to Almh. Mbah Putri Sahilah..


Terima kasih buat sobat" blogger yang sudah saya pake beberapa sumbernya...maaf waktu yang dikasih ini gak akan cukup dengan semua hal ingin kita kerjakan....semoga berkenan...maaf dng keterbatasan saya semoga Allah membalasnya...terima kasih
Mbak Nurafiqah
Mas Sangturu
Mas Nursoleh


20 komentar:

  1. kematian memang sesuatu yan tidak dapat di duga
    :)
    salam kenal
    miinta komentarnya atas postingan saya kue enkkkk
    :)
    http://resepberbagaikueenak.blogspot.com/2014/07/cara-membuat-kue-pastel.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga bermanfaat...terima kasih mampirnya :)

      Hapus
  2. wah panjang banget artikelnya :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh iya ni maaf ya smga sabar sampe finish heheh mksih" sdh mampir salam :)

      Hapus
  3. waa...persembahan yg keren , simbah disana pasti udah baca :) sama sama angki , terimakasih juga untuk selama dirumahsakit , kita sesama manusia memang harus saling membantu . seneng bisa kenal simbah dan keluarga angki yg ceria :) hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah terima kasih Sari....aamiin semoga sipz sm sm ya...thx juga buat sari dan keluarga :) mksih sdh mampir :)

      Hapus
  4. Hiks ... jadi inget sama eyangku yg juga udah meninggal kak, ceritanya gk beda jauh dari ceritanya kak angki ..... hiks huwee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga selalu ingatin kita y dek buat selalu ingat hakikat kehidupan....hakikat kita di dunia...tetap semngat and fight buat kebaiakn...karena kita gak tau kapan jatah kita abiss...mksih dek sudah mampir and sampe khatam bacanya heheh pizzz

      Hapus
  5. Saya takut kalau di jemput sama kekasih yang satu ini... Belum siap euy... hehehe..tapi, semua kita pasti akan menemui sang kekasih ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. pastinya...semoga saat dijemput kita di saat yang paling terbaik....

      Hapus
  6. Selamat kakak terpilih mendapatkan 'The Liebster Award' dari aku.
    Info lebih detail cek di: http://gebrokenruit.blogspot.com/2014/07/the-liebster-award-bukan-penghargaan.html
    Makasih kakak

    Salam dari Galassia del Sogno

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah terima kasih ya kepilih juga ada yang ngikutin...coba deh moga sempat ikutan yah thx..dah mampir

      Hapus
  7. Innalillahiwainnailaihi rojiun.. Sebuah pengingat yang sangat bijak mengenai kematian.. Semoga menjadi pribadi yang dirindu syurga.. Amien.. Salam Mystupidtheory!

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin....aamiin...Ya rAbbal Alamin... sama" mas semoga kita dirindu surga dan bisa ketemu allah aamiin ... terima kasih mas semoga manfaat dan mkish ya mampirnya :) salam mas....

      Hapus
  8. my condolences ya....innalillahi wainailaihi rojiuun...semoga Simbah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... terima kasih banyak mbak :)

      Hapus
  9. semogasi mbah bahagia disisi-Nya
    dan semoga yang ditnggalkan selalu tabah dan sehat selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin Ya Rabbal alamin.. terima kasih mang Lembu..amiin ya Rabbal alamin smga mang lembu juga di beri kesehatan selalu aamiin

      Hapus
  10. Itu foto rumah sakit keren banget dan dapet banget kesan horornya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya nie mbak hehe, inget mati mang selalu horor bawaannya

      Hapus

”Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Q.S 62. Al Jumuah ayat 10)

Semoga bisa diambil hikmah pelajarannya, dan bisa dijadikan renungan yang lebih bermanfaat... maafkan bila ada masa yang dipenuhi kebodohan... hanya perjalanan kehidupan menuju cerdas yang lebih berkah dan penuh pertaubatan....

Mari Berjalan Penuh Dengan Iman... Perjalanan Panjang Sob, Akhirat itu Pasti Ada Dan kita semua akan Menjalaninya.... Mari Bersiap...